Propertiplus.id, Bogor [Jawa Barat]– Indonesia menghadapi krisis sampah yang semakin mengkhawatirkan. Menurut data SIPSN, timbunan sampah di Indonesia pada tahun 2024 sudah mencapai 34,6 juta ton dari 320 kabupaten/kota.
Angka ini membuktikan bahwa edukasi tentang pengelolaan sampah belum begitu maksimal. Sebenarnya edukasi saja memang tidak cukup, karena proses perubahan perilaku masyarakat yang lambat tidak sebanding lurus dengan laju timbulan sampah setiap harinya. Kabar gembiranya, telah hadir inovasi teknologi pengelolaan sampah karya anak bangsa bernama Nusabin.
Apa Itu Teknologi Nusabin?
Nusabin adalah teknologi pengelolaan sampah yang hadir dengan pendekatan baru melalui waste management berbasis artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT). Teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran edukasi di masyarakat, tapi untuk mempercepat dampaknya.
Dengan dukungan pemerintah, inisiatif industri, dan partisipasi masyarakat, Nusabin menghadirkan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.

“Teknologi Nusabin memiliki tujuan untuk digunakan secara tepat, sesuai dengan konteks, kebutuhan dan manfaat yang dihasilkan. Tidak semua inovasi diwujudkan sekaligus, karena bagi Nusabin yang terpenting memilih solusi secara relevan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Ariz Zhafir, CEO Nusabin.
Di tengah upaya pemerintah untuk mewujudkan target Indonesia Bebas Sampah 2029, Nusabin menjadi aktor penting dengan langkah konkret, yang diperkuat oleh teknologi dan dipandu dengan data.
Manfaat teknologi Nusabin di bidang industri maupun pemerintahan cukup signifikan. Pertama, pelaku industri menjadi penyumbang sampah yang sangat besar, terutama dari sektor F&B, jasa logistik, dan sebagainya. Masalahnya, limbah organik sering kali bercampur dengan plastik, kardus berminyak, hingga kaca, yang membuat proses daur ulang menjadi lebih sulit. Pada saat yang sama, volume sampah juga bertambah cepat setiap harinya, sedangkan ritme pengangkutan sampah hanya mengikuti jadwal, bukan data real time.
Nah, dengan teknologi Nusabin Nakula, pengelolaan sampah bisa dipantau secara real time melalui alat sensor pintar yang dapat memberikan pemantauan secara menyeluruh. Sistem AI dashboard juga menghasilkan laporan otomatis yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, ada Nusabin Gatot Kaca yang dikembangkan dengan sistem pemadatan bertenaga surya. Teknologi ini mampu mengurangi volume sampah hingga 80%, sehingga frekuensi pengangkutan bisa ditekan sampai 70%.
Teknologi Nusabin memiliki pencatatan kapasitas sampah secara langsung dan dapat mengetahui rute pengangkutan. Data ini dapat digunakan sebagai acuan perumusan kebijakan, penilaian capaian pengurangan sampah nasional, hingga evaluasi efektivitas program 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Selain itu, ada juga teknologi Nusabin Arjuna yang membuat proses sortir sampah terintegrasi dengan aplikasi, sehingga membuat teknis pengelolaan sampah menjadi lebih cepat. Data di aplikasi juga dapat mempermudah daur ulang untuk setiap jenis sampah secara higienis.



![Sharp Indonesia Boyong Legenda Spurs Gary Mabbut di Nobar Premier League 5 Garry Mabbutt menerima kejutan ulang tahun dari tim Sharp saat acara Nobar di Jakarta. [Foto: dokumentasi Sharp Indonesia]](https://propertiplus.id/wp-content/uploads/2025/08/Foto-1-Garry-Mabbutt-menerima-kejutan-ulang-tahun-dari-tim-Sharp-saat-acara-Nobar-di-Jakarta-copy-120x86.jpg)




![Sertifikasi Bangunan Hijau Sebuah Keniscayaan? 14 Ilustrasi Foto: Bintaro X Change di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dikonsep hijau, ramah alam dan ramah manusia. [Foto: Dok. Istimewa]](https://propertiplus.id/wp-content/uploads/2025/08/bintaro-jaya-xchange-75x75.webp)


![Rincian Tarif Tol Jakarta-Surabaya Setelah Diskon, Catat Tanggalnya 17 Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. [foto: Andr. Putri]](https://propertiplus.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-23-at-02.32.20-120x86.jpeg)