• Hubungi Redaksi
  • Login
Properti Plus
  • Tentang Kami
  • Berita Utama
  • Pasar Properti
  • Arsitektur
  • Perabot & Perkakas
  • Senggang
  • Kelana Kota
Properti Plus
  • Tentang Kami
  • Berita Utama
  • Pasar Properti
  • Arsitektur
  • Perabot & Perkakas
  • Senggang
  • Kelana Kota
No Result
View All Result
Properti Plus
No Result
View All Result
Home Pasar Properti

Tarif Air Bersih Rusun Naik 71% Layaknya Apartemen Mewah, P3RSI Tegas Menolak!

Redaksi by Redaksi
7 February 2025
in Pasar Properti
A A
0
P3RSI, air bersih, tarif air bersih, pam jaya, pemprov dki jakarta, dki jakarta, rumah susun, rusun, ipl rusun,

Konferensi pers Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) terkait penolakan terhadap kenaikan tarif air bersih oleh Pemprov DKI Jakarta dan PAM Jaya, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (6/2/2025). (Foto: Pius/PropertiTerkini.com)

855
SHARES
1.2k
VIEWS

Kenaikan tarif air bersih yang diberlakukan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya menuai protes keras dari Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI).

Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (6/2/2025), P3RSI menegaskan penolakan terhadap kebijakan yang dianggap memberatkan warga rumah susun.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) P3RSI, Adjit Lauhatta, mengungkapkan bahwa tarif air bersih untuk rumah susun naik hingga 71 persen, dari Rp12.550 per meter kubik menjadi Rp21.500.

Yang lebih memprihatinkan, menurutnya, rumah susun kini dikategorikan sebagai hunian komersial setara dengan apartemen mewah, gedung perkantoran, dan pusat perbelanjaan.

“Ini sangat tidak adil. Rumah susun adalah hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara apartemen mewah dan pusat komersial jelas berbeda peruntukannya. Kenaikan ini akan sangat membebani warga,” tegas Adjit.

P3RSI Tegas Menolak, Pengembang: PAM Jaya Tidak Sensitif!

Untuk ini, P3RSI meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PAM Jaya untuk menunda kenaikan tarif air bersih serta mengkaji ulang penggolongan tarif yang dinilai tidak sesuai.

Menurut Adjit, kebijakan ini berpotensi menambah kesulitan ekonomi bagi warga rumah susun yang sudah terbebani biaya hidup tinggi.

“Kami mendesak Pemprov DKI dan PAM Jaya agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat rumah susun. Jangan sampai mereka diperlakukan sama seperti pelanggan komersial yang keuntungannya jauh lebih besar,” lanjutnya.

Akademisi Regulasi Rumah Susun, M Ilham Hermawan, turut memberikan pandangannya terkait penggolongan rumah susun yang disamakan dengan apartemen mewah dan pusat komersial.

Menurutnya, secara regulasi, rumah susun tetap harus dipandang sebagai tempat tinggal, bukan tempat usaha.

“Secara hukum, rumah susun adalah hunian yang memiliki peruntukan utama sebagai tempat tinggal, bukan komersial. Meskipun ada rumah susun komersial, esensinya tetap tempat tinggal yang berbeda dari perkantoran atau pusat bisnis,” ujar Ilham.

Selain itu, tambah Adjit, pihak Pemprov DKI maupun PAM Jaya juga belum secara maksimal melakukan sosialisasi langsung kepada para penghuni.

“Mereka datang ke gedung-gedung dengan membawa surat edaran dan mereka sebar begitu saja dan bilang sudah sosialisasi. Padahal, kalau dibilang sosialisasi itu harus betul-betul sampai kepada penghuni, bukan cuma pengurus,” ungkapnya.

Sementara menurut Wakil Ketum Bidang Pengelolaan Property dan Township Management, Mualim Wijoyo, PAM Jaya sangat tidak sensitif. “Selama ini, dia untung atau rugi kita tidak tahu. Kebocoran di mana-mana juga kita gak tahu. Tetapi ujung-ujungnya yang dibebankan adalah masyarakat,” tegasnya.

Mualim juga menyoroti kurangnya sosialisasi yang dilakukan PAM Jaya, apalagi kenaikan tarif air bersih tersebut juga disamakan dengan hunian mewah.

“Pengetahuan mereka (PAM Jaya) masih kurang. Mereka harus juga belajar apa itu hunian strata. Dan apakah mereka tahu, bahwa beberapa kali aliran air mengalami gangguan sehingga pengelola gedung harus membeli air yang jauh lebih mahal, bahkan sampai Rp50.000,” terang Mualim yang juga mewakili asosiasi pengembang REI dan pusat belanja.

Para penghuni di Kalibata City pun lantang menolak kenaikan tarif air bersih tersebut. Diketahui, kawasan hunian Kalibata City merangkum Rusunami dan Rusunanami yang berjumlah hingga lebih dari 13.000 unit.

Musdalifah Pangka, Ketua PPPSRS Kalibata City tak dapat menutupi rasa kecewanya lantaran sudah beberapa bulan terakhir suplai air bersih PAM Jaya terhambat masuk ke Kalibata City.

“Beberapa kali kami bersurat, namun petugas PAM hanya datang dan beri alasan ada kerusakan. Dan kerusakan tersebut sama sekali bukan berada dalam wilayah Kalibata City. Efeknya ke kami, karena kami harus beli air sendiri untuk memenuhi kebutuhan para penghuni,” katanya.

Baca Juga

Ilustrasi foto: rumah contoh satu lantai di perumahan Areum Parc, Kemang, Bogor, Jawa Barat.

Rumah Seken di Bogor Lebih Murah 20 Persen

27 August 2025
ilustrasi apartemen di wilayah Jabodetabek. Foto: Dok. Rukita

Pilu! Apartemen Lesu 10 Tahun Terakhir, Developer Pilih Jual Rugi

19 August 2025
Jajaran Direksi Sinar Mas Land bersama penerima Program Bantuan Pendidikan 2025 pada 15 Agustus 2025 di Auditorium Green Office Park (GOP) 9, BSD City. Pada tahun ini, jumlah bantuan pendidikan senilai Rp300 juta untuk 306 orang penerima manfaat, mulai dari anak-anak karyawan non-staff Sinar Mas Land, siswa/i jenjang PASP (Pendidikan Anak Setingkat PAUD), hingga anak-anak dari petani binaan CSR Sinar Mas Land di sekitar lingkungan proyek perusahaan. (Foto: dok Sinar Mas Land).

Inisiatif Sinar Mas Land Buka Akses Pendidikan yang Layak dan Setara

19 August 2025
Salah satu perumahan bersubsidi di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang beberapa rumahnya sudah dihuni oleh pemiliknya. [Dok. Foto: Propertiplus.id/Andr. Saputri)

Meski Permintaan Kuat, Sektor Rumah Tapak Masih Bergejolak di Semester I 2025

14 August 2025

Penolakan yang sama juga disampaikan oleh Ketua PPPSRS Mediterania Garden Residences 1, Mangapul Pangaribuan. Kata dia, meteran PAM Jaya di gedung vertikal hanya satu, sehingga yang ditagihkan adalah kepada pihak pengelola gedung.

“Jadi, ketika kenaikan ini dipaksakan maka akan selalu terjadi selisih sehingga PPPSRS akan mengalami kerugian besar. Jadi kami bisa nombok hingga Rp250 juta per bulan,” tegasnya.

“Selama ini, biaya-biaya tersebut kami ambil dari IPL, tetapi kemudian jadi masalah juga ketika kami naikan IPL para penghuni. Sementara penghuni ini juga kesulitan dengan biaya tersebut,” lanjut Mangapul.

Adapun upaya penolakan kenaikan tarif air bersih ini telah dilakukan P3RSI melalui audiensi dengan PAM Jaya, diskusi dengan DPRD DKI Jakarta, hingga menyampaikan laporan masyarakat ke Balai Kota. Namun, hingga kini belum ada tanggapan yang memuaskan.

Dukungan dari DPRD DKI Jakarta

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, juga ikut menyuarakan keberatan terhadap kenaikan tarif air bersih tersebut.

Menurutnya, tidak ada urgensi bagi PAM Jaya untuk menaikkan tarif di tahun 2025, mengingat perusahaan ini terus mencatat keuntungan sejak 2017, dengan laba tertinggi mencapai Rp1,2 triliun pada 2023.

“PAM Jaya masih memiliki tingkat kebocoran air yang sangat tinggi, berkisar antara 42-46 persen. Daripada menaikkan tarif, seharusnya perusahaan ini lebih fokus pada efisiensi pengelolaan air,” ujar Francine.

rusun pasar rumput jakarta, rumah susun, jakarta selatan, sewa rusun, rusunawa
Ilustrasi – Rusun Pasar Rumput di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. Kementerian PKP)

Lebih lanjut, Francine menyoroti bahwa keputusan kenaikan tarif air bersih ini perlu dikaji ulang secara hukum.

Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan PP No. 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yang seharusnya dikenakan tarif tinggi adalah air minum, bukan air bersih.

“Kami meminta PAM Jaya untuk menunda kebijakan ini karena masih ada banyak aspek yang perlu diklarifikasi, baik dari sisi regulasi maupun dampaknya bagi masyarakat,” tambah Francine.

Tarif Air Bersih Naik, Warga Siap Gelar Aksi 

Jika kenaikan tarif air ini tetap diberlakukan tanpa revisi, P3RSI mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Menurut Adjit, ribuan warga rumah susun siap turun ke jalan untuk menolak kebijakan ini.

“Kami berharap pemerintah bisa bijak dalam mengambil keputusan. Jika tidak, warga rumah susun akan terus memperjuangkan hak mereka hingga tuntutan ini didengar,” pungkas Adjit.

Tags: adjit lauhattaair bersihair bersih di rumah susundki jakartafrancine widjojoipl rumah susun atau apartemeniuran pengelolaan lingkunganjakartam ilham hermawanmangapul pangaribuanmualim wijoyomusdalifah pangkaP3RSIpam jayapemprov dki jakartapengelola gedungpengelola rusunrumah susuntarif air bersih
Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
Previous Post

Triniti Dinamik Percepat Transformasi Keberlanjutan di 2025, Inovasi Ramah Lingkungan Jadi Prioritas

Next Post

Bendungan Rukoh Selesai Dibangun, Penuhi Kebutuhan Irigasi 12.194 Hektar di Aceh

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Ilustrasi foto: rumah contoh satu lantai di perumahan Areum Parc, Kemang, Bogor, Jawa Barat.

Rumah Seken di Bogor Lebih Murah 20 Persen

27 August 2025
ilustrasi apartemen di wilayah Jabodetabek. Foto: Dok. Rukita

Pilu! Apartemen Lesu 10 Tahun Terakhir, Developer Pilih Jual Rugi

19 August 2025
Jajaran Direksi Sinar Mas Land bersama penerima Program Bantuan Pendidikan 2025 pada 15 Agustus 2025 di Auditorium Green Office Park (GOP) 9, BSD City. Pada tahun ini, jumlah bantuan pendidikan senilai Rp300 juta untuk 306 orang penerima manfaat, mulai dari anak-anak karyawan non-staff Sinar Mas Land, siswa/i jenjang PASP (Pendidikan Anak Setingkat PAUD), hingga anak-anak dari petani binaan CSR Sinar Mas Land di sekitar lingkungan proyek perusahaan. (Foto: dok Sinar Mas Land).

Inisiatif Sinar Mas Land Buka Akses Pendidikan yang Layak dan Setara

19 August 2025
Salah satu perumahan bersubsidi di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang beberapa rumahnya sudah dihuni oleh pemiliknya. [Dok. Foto: Propertiplus.id/Andr. Saputri)

Meski Permintaan Kuat, Sektor Rumah Tapak Masih Bergejolak di Semester I 2025

14 August 2025
Next Post
Bendungan Rukoh, Aceh

Bendungan Rukoh Selesai Dibangun, Penuhi Kebutuhan Irigasi 12.194 Hektar di Aceh

LINKTOWN, penghargaan properti, penghargaan linktown, agen properti, property awards, property agent, broker properti, summarecon awards, summarecon agung, Summarecon Annual Awards 2025

LINKTOWN Raih 4 Penghargaan di Summarecon Annual Awards 2025, Targetkan Omzet Rp3,5 Triliun!

Menteri PU Dody, Ruas Jalan Nasional

Sering Terjadi Kecelakaan, Menteri PU Dody Perintahkan Evaluasi Seluruh Ruas Jalan Nasional

Menteri PKP, Maruarar, Bekasi, Perumahan Bersubsidi .

Menteri PKP Maruarar Sidak Perumahan Bersubsidi Yang Kebanjiran di Bekasi

pasar properti dubai, dubai, properti dubai, properti internasional, berita internasional, dubai real estate,

Dubai Real Estate 2025: Transaksi Properti Mencapai Rekor Baru, Investor Semakin Percaya Diri

Please login to join discussion

Sponsored Post

Shirline Tan, General Manager ElectGo Indonesia saat memberikan 
pemaparan dipeluncuran ElectGo.id, Kamis (15/1/2026).

Mudahkan Manufaktur Belanja Komponen, ElectGo Rilis Platform E-Commerce Dibekali AI

by Andrian Saputri
16 January 2026
0

...

Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. [foto: Andr. Putri]

Rincian Tarif Tol Jakarta-Surabaya Setelah Diskon, Catat Tanggalnya

by Andrian Saputri
23 December 2025
0

...

Referensi Bacaan Properti Lebih Jernih

Follow Us

© 2023 Properti Plus - | Referensi Bacaan Properti Lebih Jernih

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Berita Utama
  • Pasar Properti
  • Arsitektur
  • Perabot & Perkakas
  • Senggang
  • Kelana Kota
  • Login

© 2023 Properti Plus - | Referensi Bacaan Properti Lebih Jernih